Orang tua dan guru memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional remaja. Mereka menjadi contoh utama dalam cara berkomunikasi, mengekspresikan perasaan, dan mengatasi masalah. Ketika orang dewasa menunjukkan ketenangan dan empati, remaja akan belajar meniru perilaku tersebut. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk menciptakan lingkungan yang terbuka, di mana remaja merasa aman untuk berbagi cerita dan perasaan mereka tanpa takut dihakimi.
Komunikasi yang penuh perhatian menjadi kunci dalam menumbuhkan kecerdasan emosional. Orang tua dapat memulai dengan mendengarkan tanpa menyela, memberikan respons yang menenangkan, dan menghindari kritik yang berlebihan. Guru di sekolah juga berperan dalam mengajarkan nilai empati melalui kegiatan kelompok dan diskusi terbuka. Dengan dukungan dari kedua pihak, remaja dapat belajar bahwa perasaan mereka valid dan layak dihargai.
Selain itu, membiasakan remaja untuk berbicara tentang perasaan mereka secara jujur dapat membantu mereka memahami diri sendiri lebih baik. Ketika orang tua dan guru memberikan contoh bagaimana mengelola emosi secara sehat, remaja akan memiliki bekal kuat untuk menghadapi tantangan hidup. Dukungan emosional yang positif bukan hanya membentuk karakter, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan kesejahteraan mental remaja dalam jangka panjang.
